Pasca-musibah tsunami Selat Sunda yang melanda pesisir Lampung Selatan pada penghujung 2018, Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat cabang dituntut untuk tetap konsisten menjalankan fungsi organisasi.
Komitmen pengabdian di tengah masa pemulihan wilayah ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan P.B. Nahdlatul Ulama Nomor: 343/A.II.04.d/04/2019 yang menetapkan susunan pengurus untuk masa khidmah 2019–2024.
SK yang ditandatangani di Jakarta pada 11 April 2019 (5 Rajab 1440 H) ini menjadi pijakan hukum bagi seluruh fungsionaris PCNU Lampung Selatan untuk melanjutkan agenda-agenda besar organisasi. Di tengah duka dan tantangan geografis yang ada, dokumen ini menjamin bahwa struktur NU tetap hadir sebagai pilar penguat bagi warga Nahdliyin di seluruh pelosok kabupaten.
Jajaran Mustasyar pada periode ini dihuni oleh para ulama sepuh yang menjadi jangkar spiritual bagi organisasi, di antaranya: KH. Hamim Fadhil, KH. Mundhori Muslim, KH. Ahmad Munandir, KH. Ahmad Saefudin, Habib Abdullah Assegaf, KH. Nur Rohman, KH. Tarmudzi, KH. Zaenal Musthofa, dan KH. Muh Sadzeli.
Pada jajaran pimpinan Syuriyah, amanah Rais dipercayakan kepada KH. Muhammad Syukron. Beliau didampingi oleh jajaran Wakil Rais yang terdiri dari: KH. Nafis Musthofa Ghufron, KH. Imam Mas’ud, KH. Endang Arifin, M.Pd.I, KH. Umar Yasin, KH. Husen Hidayatullah, KH. Ahmad Fadholi, KH. Heru Santoso, dan KH. Zakaria Mahmud.
Sektor administratif Syuriyah dikawal oleh Katib KH. Ahmad Ishomudin dengan dukungan Wakil Katib yakni: KH. Sofyan, KH. Yasin Nurdin, Ust. Nurhasan, Ust. Sholihun, Ust. Sahaluddin, Ust. Lazimudin, Ust. Abdul Syukur Al Hafidz, dan Ust. Sholeh Assamawy.
Guna memperkuat jajaran penasihat, posisi A’wan dihuni oleh: M. Ali Bahruddin, SE, Ust. Ashari Syarif, M.Pd.I, H. Zaenal Fathoni, H. Herman Tri Wuryanto, S.Km, Afrizandi, S.Fil., M.Pd.I, Ahmad Sobirin, Hendra Ul Muflihun, Ir Waiso, Mahmud Al Hafidz dan Sahbudin, SE.
Sementara itu, mandat Tanfidziyah sebagai pelaksana operasional kembali diamanahkan kepada H. Nur Mahfudz, SE sebagai Ketua. Dalam menjalankan tugasnya, beliau didukung oleh jajaran Wakil Ketua: Zaeni Ghafur, M.Pd.I., Ust. Ahmad Nadzir Al-Qoitsi, Ust. Anwar Katijo, M.Pd.I, dr. Sutomo Hendra AP, Heru Saharita, SH. KH. Muhammad Syarif, SQ., Ust. Ali Darman, S.Pd.I., Ust. Sudirman., Ust. Zaenal Musthofa, Ust. Zaenuddin Oetomo, S.Ag., MM.
Sektor kesekretariatan dipimpin oleh H. Abdul Haris, S.Ag, M.H.I selaku Sekretaris, dengan dukungan barisan Wakil Sekretaris: Mahmudi, S.Pd.I, A. Solihin, S.A.N., M.E.Sy., Yudi Safrinal, SE, Tri Wahyudi, SH, Hendra Gunawan, SS, Edi Sriyanto, Ahmad Nur Fauzi, Sriyanto, SE.Sy. Adapun urusan keuangan organisasi dipercayakan kepada Julianto, M.Pd sebagai Bendahara, didampingi Wakil Bendahara: H. Jajang Hidayat S, Raden Bagus Sutaji, Agus Sutanto, ST., H. Sutaji Abdullah, H. Rofiq.
Dokumen sejarah ini disahkan dengan tanda tangan jajaran pimpinan tertinggi PBNU: KH. Miftachul Akhyar (Pejabat Rais Aam), KH. Yahya Cholil Staquf (Katib Aam), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA (Ketua Umum), dan DR. Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini (Sekretaris Jenderal).
Pengesahan ini menegaskan bahwa PCNU Lampung Selatan senantiasa berada dalam komando pusat, membawa semangat ketangguhan untuk terus mengabdi di bumi Lampung Selatan.
"Organisasi yang kokoh adalah organisasi yang mampu tetap tegak meski dihantam badai dan duka. Menjaga ketertiban administrasi struktural di masa sulit adalah cara kita memastikan bahwa pelayanan kepada umat tidak boleh terhenti oleh musibah apa pun."

0 Komentar