Ticker

6/recent/ticker-posts

KIAI MOH ISHOMUDIN MENJAGA SANAD KHIDMAH, MERAWAT GERBANG SUMATERA.


Di lingkungan Nahdlatul Ulama, kematangan organisasi tidak hanya diukur dari lamanya berdiri, tetapi dari kemampuannya merajut potensi sumber daya manusia dalam satu ikatan struktural yang kokoh.

Sosok Kiai Moh Ishomudin, Rais Syuriyah PCNU Lampung Selatan masa khidmat 2024-2029, adalah bukti hidup bagaimana seorang kader berproses secara organik, melewati titian struktural selama lebih dari dua dekade.


Menyusuri lembaran formal organisasi melalui arsip Surat Keputusan (SK) menunjukkan bahwa Kiai Ishom bukanlah figur yang muncul secara tiba-tiba. 

Sejak tahun 2003, nama beliau sudah terpatri sebagai Katib Syuriyah dalam kepengurusan yang dipimpin oleh Ki. A. Munadzir sebagai Rais dan KH. R.M. Sholeh Bajuri sebagai Ketua Tanfidziyah. Jabatan Katib ini menjadi kawah candradimuka bagi beliau dalam mengasah ketajaman manajerial ulama.

Perjalanan beliau terus berlanjut tanpa jeda. Pada periode 2008-2013, beliau dipercaya sebagai Wakil Rais Syuriyah, dan sempat ditarik ke jajaran Mustasyar pada periode 2013-2018.

Rentetan pengabdian ini membuktikan bahwa beliau telah melewati seluruh fase kepemimpinan: dari penggerak administratif (Katib), otoritas hukum (Wakil Rais), hingga penjaga marwah organisasi (Mustasyar).

Titik krusial kepemimpinan beliau terjadi pada periode 2019-2024. PCNU Lampung Selatan saat itu diuji dengan berpulangnya dua pilar spiritual secara berurutan, yakni KH. Muhammad Syukron (14 Desember 2020) dan KH. Nafis Musthofa Ghufron (18 April 2021). Di tengah suasana duka yang mendalam, ijtihad struktural diambil demi menyelamatkan nakhoda organisasi.

Melalui SK PBNU Antar Waktu Nomor: 343.a/A.II.04.d/03/2021, Kiai Ishomuddin ditetapkan sebagai Rais Syuriyah. Langkah penyelamatan ini memastikan nakhoda Jam'iyyah tetap berdiri tegak di tengah dinamisnya wilayah Lampung Selatan sebagai gerbang utama Pulau Sumatera.

Meskipun secara kultural beliau sudah lama mengakar di Sidomulyo sejak era 2000-an, khidmah beliau semakin tampak nyata dalam berbagai peristiwa besar di Lampung Selatan.

Beliau tercatat selalu hadir dalam setiap denyut nadi organisasi mulai dari giat konsolidasi mendampingi pelantikan Ranting-Ranting, hingga aksi kemanusiaan saat tsunami Selat Sunda menerjang.

Bagi Kiai Ishom, setiap amanah dalam SK dan setiap keringat yang tertumpah dalam pembangunan sarana organisasi adalah bagian dari upaya menjaga kejernihan sanad perjuangan. Beliau memastikan bahwa nilai-nilai pengabdian para pendahulu tetap terjaga dan tersambung dari satu periode ke periode berikutnya.

Kini, di periode 2024-2029, kepemimpinan beliau menjadi simbol stabilitas dan kematangan kolektif jajaran Syuriyah PCNU Lampung Selatan. Sebuah potret khidmah yang sejuk, di mana nilai-nilai perjuangan masa lalu bertransformasi menjadi energi untuk menjaga benteng Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di Bumi Khagom Mufakat. Di tangan kiai yang mau berkubang dengan keringat jamaah inilah, marwah organisasi tetap tegak berdiri."

Posting Komentar

0 Komentar