Ticker

6/recent/ticker-posts

KH. MUNDHORI MUSLIM DAN KHIDMAH TANPA JEDA.


Membicarakan konsistensi ber-Nahdlatul Ulama secara struktural di Lampung Selatan tak bisa dilepaskan dari sosok Kiai Mundhori Muslim. Beliau bukan sekadar tokoh, melainkan saksi sejarah sekaligus nakhoda yang telah melintasi berbagai zaman kepengurusan selama hampir tiga dekade tanpa jeda.

Menyusuri rekam jejak beliau melalui lembaran Surat Keputusan (SK) PBNU bagaikan membaca peta sejarah pertumbuhan NU di Bumi Khagom Mufakat. Khidmah beliau terdokumentasi secara rapi dan sahih melalui rentetan legalitas formal organisasi sebagai berikut:

Pengabdian formal beliau tercatat dimulai pada periode 1997-2002 melalui SK PBNU Nomor: 223/A.II.04.d/IV/1998, di mana beliau mengemban amanah sebagai jajaran A’wan. Kepercayaan organisasi berlanjut pada masa khidmah 2000-2002 berdasarkan SK PBNU Nomor: 446/A.II.04.d/06/2000, yang kembali menempatkan beliau di posisi yang sama. Proses organik ini menjadi fondasi kuat bagi kematangan manajerial beliau di lingkungan ulama.

Kematangan beliau di jajaran Syuriyah mulai tampak saat dipercaya menjabat sebagai Wakil Rais Syuriyah pada masa khidmah 2003-2008 merujuk pada SK PBNU Nomor: 593/A.II.04.d/07/2003. Di periode inilah, beliau mulai menjadi pilar penting yang mendampingi para kiai sepuh dalam merumuskan arah kebijakan Jam'iyyah di Lampung Selatan.

Puncak kepercayaan para kiai dan warga Nahdliyin kepada beliau terwujud melalui kepemimpinan sebagai Rais Syuriyah. Tak tanggung-tanggung, beliau mengemban amanah sebagai pimpinan tertinggi ulama ini selama dua periode berturut-turut:

Masa Khidmah 2008-2013 berdasarkan SK PBNU Nomor: 281/A.II.04.d/04/2008.

Masa Khidmah 2013-2018 berdasarkan SK PBNU Nomor: 281/A.II.04.d/09/2013.

Selama satu dekade penuh menjadi jangkar organisasi, beliau berhasil menjaga marwah ulama dan keseimbangan Jam'iyyah dari kediamannya di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sragi. Sragi bukan sekadar domisili bagi beliau, melainkan basis kultural tempat nilai-nilai Aswaja dirawat dengan keteladanan yang nyata.

Setelah menuntaskan tugas sebagai Rais Syuriyah, kearifan beliau terus dibutuhkan sebagai kompas bagi organisasi. Hal ini terbukti dengan ditempatkannya beliau di jajaran Mustasyar pada tiga fase kepengurusan terakhir:

Masa Khidmah 2019-2024 (SK PBNU Nomor: 343/A.II.04.d/04/2019).

Masa Khidmah Antar Waktu 2021-2024 (SK PBNU Nomor: 343.a/A.II.04.d/03/2021).

Masa Khidmah 2024-2029 (SK PBNU Nomor: 350/PB.01/A.II.01.45/99/06/2024).

Hingga beliau berpulang ke Rahmatullah pada 26 Agustus 2025, KH Mundhori Muslim tetap tegak berdiri sebagai penjaga marwah organisasi. Beliau adalah simbol stabilitas yang memastikan transisi kepemimpinan di tubuh PCNU Lampung Selatan tetap berjalan di atas rel konstitusi organisasi yang benar.

Berpulangnya beliau meninggalkan duka sekaligus warisan berharga tentang arti kesetiaan pada organisasi. Beliau mengajarkan bahwa khidmah di NU adalah perjalanan panjang yang membutuhkan stamina keikhlasan sebuah pengabdian yang tuntas dari satu SK ke SK berikutnya, hingga akhir hayat.

Posting Komentar

0 Komentar