Perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung Selatan terus berlanjut melalui mekanisme permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang.
Komitmen untuk menjalankan amanat organisasi ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan P.B. Nahdlatul Ulama Nomor: 593/A.II.04.d/07/2003 tentang Pengesahan PCNU Kab. Lampung Selatan masa khidmah 2003-2008.
Lahirnya kepengurusan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Konferensi Cabang NU Lampung Selatan yang digelar pada 22 Februari 2003.
Mandat tersebut kemudian mendapatkan legitimasi melalui Surat Rekomendasi PWNU Provinsi Lampung pada 28 Maret 2003 sebelum akhirnya disahkan secara resmi oleh Pengurus Besar di Jakarta pada 30 Juli 2003 (30 Jumadil Ula 1424 H).
Dalam dokumen tersebut, jajaran Mustasyar diperkuat oleh deretan ulama dan tokoh senior, di antaranya Ki. A. Syukron, Drs. Hi. Sufyan Soleh, SH., Ki. Hamam Yasin, KH Munawir, Ki. Hasbulloh, Ki. Ma’shum, Ki. Muttashil, dan Ki. Sururuddin yang menjadi pilar pengayom organisasi.
Pada jajaran pimpinan tertinggi, Syuriyah diamanahkan kepada Ki. A. Munadzir sebagai Rais, didampingi oleh barisan Wakil Rais yang terdiri dari Ki. Muhdlori Muslim, Ki. Machfudz Shiddiq, Ki. Nur Syamsuddin, Ki. Achmad Zuhdi, Drs. Munfadhil M. Ichsan, dan Ki. Muhammad Sayuti.
Kelancaran fungsi Syuriyah berada di bawah koordinasi Katib Ki. Isomuddin, dengan dukungan para Wakil Katib yakni Ki. Badrussurur, Ki. Zaenurrosichin, Ki. Muslich Zein, dan Ki. Shoiman Ashari.
Guna memperkuat jajaran penasihat, posisi A’wan dihuni oleh KH Drs. Bambang Imam Santoso, S.Sos., KH A. Rofiq, MA., Drs. Hi. Yazid Al Fachri, Drs. Cecep Farhan, Ki. Habib, Ki. Zaenal Musthofa, Ki. Muchlas Suwito, Ki. Muslim, dan Ki. M. Syafe’i.
Sementara itu, mandat Tanfidziyah sebagai pelaksana operasional organisasi dipikul oleh Ki. R.M. Sholeh Bajuri sebagai Ketua. Beliau dibantu oleh jajaran Wakil Ketua yang terdiri dari M. Zaini Dachlan, S.Ag., Saifuddin Fathoni, A. Munasim, Syahroni AR., dan Mustaqim Sholeh.
Sektor administrasi dipimpin oleh Abdulloh, S.Ag. selaku Sekretaris, dengan Yusuf Anshori, S.Ag. dan Subhi Zakariya MS, A.Ma. sebagai Wakil Sekretaris. Adapun urusan keuangan organisasi dipercayakan kepada Hi. Sarimin sebagai Bendahara dan Fachruddin Sukirno sebagai Wakil Bendahara.
Surat keputusan ini disahkan dengan tanda tangan pimpinan tertinggi PBNU masa itu: Dr. KHM. A. Sahal Mahfudh (Rais Aam), Prof. Dr. KHS. Agil Husin Al Munawwar, MA (Katib Aam), H.A. Hasyim Muzadi (Ketua Umum), dan H. Muhyiddin Arubusman (Sekretaris Jenderal).
Dokumen ini menegaskan bahwa setiap gerak langkah PCNU Lampung Selatan senantiasa bersandar pada legalitas formal demi menjaga kesinambungan pengabdian di bumi Lampung Selatan.
"Konferensi adalah ruang di mana mandat organisasi dikembalikan untuk kemudian diperbarui. Menjaga dokumen hasil permusyawaratan ini adalah cara kita menjunjung tinggi kedaulatan struktural, agar setiap gerak khidmah tetap berpijak pada aturan main yang telah disepakati bersama."

0 Komentar