Ticker

6/recent/ticker-posts

DOKUMENTASI PCNU LAMPUNG SELATAN 2000-2002


Memasuki milenium baru, Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung Selatan terus memantapkan langkah organisasinya. Penataan struktur ini terekam dalam Surat Keputusan P.B. Nahdlatul Ulama Nomor: 223-a/A.II.04.d/11/2000 tentang Pengesahan Susunan PCNU Kab. Lampung Selatan Antar Waktu masa khidmat 2000-2002.

SK yang ditetapkan pada 15 November 2000 (18 Sya’ban 1421 H) ini merupakan bagian dari mekanisme organisasi untuk memastikan roda khidmah di Lampung Selatan tetap berjalan optimal. Dokumen ini menjadi rujukan hukum yang mengikat secara struktural bagi seluruh kader dan warga Nahdliyin di wilayah tersebut agar gerak langkah organisasi tetap satu komando di bawah garis konstitusi.

Dalam dokumen tersebut, jajaran Mustasyar diisi oleh para sesepuh yakni Ki. Muttasil, Ki. A. Sanusi, Ki. H. Abdullah, KH Habib Muhammad Assagaf, dan KH Ruslan Abdul Ghoni yang menjadi pengayom spiritual organisasi. Di jajaran pimpinan tertinggi, Syuriyah dipimpin oleh Ki. Ahmad Syukron sebagai Rais dan Ki. Masduqi sebagai Wakil Rais. Kelancaran tugas-tugas Syuriyah dikawal oleh Ki. Ahmad Munandzir selaku Katib dan Ki. Drs. As’ari Sahar sebagai Wakil Katib.

Guna memperkuat jajaran penasihat, posisi A’wan diisi oleh barisan kiai dan tokoh masyarakat di antaranya KH Imam Buhori, Ki. Mundori Muslim, Ki. Eman Sulaiman, KH Soiman As’ari, Ki. Nur Soleh, Ki. Rofiuddin, Ki. Hasbuna, dan Ki. Hamam Yasin.

Sementara itu, amanah Tanfidziyah sebagai pelaksana mandat organisasi dipikul oleh Ki. R.M. Sholeh Bajuri sebagai Ketua, yang didampingi oleh Drs. Munfadhil Ihsan, Rusli Sueb, dan Idrus Hasmi pada posisi Wakil Ketua. Sektor administrasi dan keuangan dikelola oleh Abdullah, S.Ag sebagai Sekretaris dan Supli, S.Ag sebagai Wakil Sekretaris, serta Syahroni Ar sebagai Bendahara yang dibantu oleh Fahruddin Sukirno selaku Wakil Bendahara.

Dokumen sejarah ini disahkan dengan tanda tangan basah dari jajaran pimpinan PBNU masa itu, yaitu KHM.A. Sahal Mahfudz (Rais Aam), Prof. Dr. KHS. Agil Husin Al Munawwar (Katib Aam), H.A. Hasyim Muzadi (Ketua Umum), dan H. Muhyiddin Arubusman (Sekretaris Jenderal).

Kehadiran tanda tangan para masyayikh ini menegaskan bahwa setiap gerak langkah PCNU Lampung Selatan senantiasa berada dalam naungan dan bimbingan pusat, menjaga kemurnian perjuangan Nahdlatul Ulama dari masa ke masa.

"Estafet kepemimpinan bukanlah tentang siapa yang berdiri di depan, melainkan tentang bagaimana garis perjuangan tetap tersambung tanpa putus. Menyelamatkan arsip antar waktu adalah cara kita menjaga kejernihan sanad, agar sejarah mencatat bahwa khidmah di Nahdlatul Ulama tidak pernah mengenal kata jeda."

Tabik.

Posting Komentar

0 Komentar