Dinamika administratif pemerintahan daerah sering kali menjadi ujian sekaligus peluang bagi konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Setelah melepaskan Pesawaran sebagai wilayah otonom pada 2007, PCNU Lampung Selatan segera merapikan barisan strukturalnya melalui penetapan Surat Keputusan P.B. Nahdlatul Ulama Nomor: 281/A.II.04.d/04/2008 untuk masa khidmah 2008–2013.
SK yang ditetapkan di Jakarta pada 28 April 2008 (20 Rabiul Awwal 1429 H) ini menjadi bukti bahwa roda organisasi tidak boleh berhenti meskipun peta teritorial mengalami perubahan.
Pengesahan ini menjamin agar setiap jengkal wilayah di Lampung Selatan tetap mendapatkan pendampingan keagamaan dan kemasyarakatan dari para kader NU yang setia menjaga garis perjuangan para ulama.
Dalam formasi ini, barisan Mustasyar tetap menjadi jangkar spiritual yang diisi oleh para ulama sepuh yakni Ki. Ahmad Sukron, KH. A. Munadzir, Ki. Hasbulloh, KH. Munawir, Ki. Muttasil, Ki. Masduki, dan KH. Ma’shum. Kehadiran para kiai ini memastikan bahwa arah perjuangan PCNU Lampung Selatan tetap terjaga kemurniannya sesuai khitah.
Pada jajaran Syuriyah, amanah Rais dipercayakan kepada Ki. Muhdlori Muslim, didampingi barisan Wakil Rais yang merepresentasikan kekuatan wilayah: Ki. Ishak Kusmoro, Ki. Muh. Sadli, Ki. Ishomuddin, Ki. A. Muslim, Ki. Muhajir, Ki. Dadang, dan Ki. Eman Sulaiman.
Kelancaran fungsi administratif Syuriyah dikawal oleh Katib Ki. A. Fathoni Maksum dengan dukungan para Wakil Katib: Ki. Samsul Haq, Ki. Imam Muryani, Ki. Memed Sukandar, Ki. Ali Nurdin, Ust. Musta’in, dan Drs. KH. Sholahudin.
Guna memperluas jangkauan pemikiran, posisi A’wan diperkuat oleh barisan tokoh yakni Ki. Halwani, Ki. Mastur, Ust. Sholihin, Ki. Sholikhun, Ust. Sumanta, Ki. Turmudzi, Ki. Mas’udin, Aulawi Sofyan, dan Irham Abadi.
Amanah Tanfidziyah sebagai pelaksana operasional organisasi pada periode ini dipimpin oleh Abdullah, S.Ag sebagai Ketua. Beliau didampingi oleh jajaran Wakil Ketua yang cukup luas yakni Badaruddin, S.Sos, Heru Saharita, SH, Ust. Muchlisin, Gharum AF, S.Ag, Sayid, S.Ag, Jamaluddin Malik, dan KH. Ismail Marzuki, S.Ag, MM.
Kesekretariatan dikelola oleh Muhammad Abdul Hafid, S.Si selaku Sekretaris, dengan bantuan para Wakil Sekretaris: Assadulloh Assegaf, Ali Bahrudin, Joko Kuswanto, S.Hi, dan Drs. Junaidi, SE. Adapun urusan keuangan organisasi dipercayakan kepada M. Syaiful Anwar sebagai Bendahara dengan Hi. Supardi dan Zawawi sebagai Wakil Bendahara.
Legalitas kepengurusan ini semakin kokoh dengan pengesahan dari jajaran puncak PBNU, yakni Dr. KHM. A. Sahal Mahfudh (Rais Aam), Prof. Dr. KHS. Agil Husin Almunawar, MA (Katib Aam), H.A. Hasyim Muzadi (Ketua Umum), dan H. Muhyiddin Arubusman (Sekretaris Jenderal). Dokumen ini menjadi pengikat komitmen bahwa khidmah di Lampung Selatan senantiasa tegak lurus pada komando pusat demi kemaslahatan umat.
"Pemekaran wilayah administratif hanyalah pembatasan di atas kertas, namun semangat khidmah tidak mengenal sekat teritorial. Menjaga kesinambungan struktur dalam masa transisi adalah bukti bahwa Nahdlatul Ulama selalu siap beradaptasi dengan perubahan tanpa sedikit pun meninggalkan akar tradisi."

0 Komentar