Ticker

6/recent/ticker-posts

Di Bawah Cahaya Lampu Kampung, Indonesia Sedang Dirawat



Oleh: Edi Sriyanto.

Malam semakin larut pada 2 Agustus 2026 di Dusun Kampung Duren, Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Namun jalan-jalan kampung belum benar-benar sunyi. Di bawah cahaya lampu yang sederhana, beberapa warga masih berdiri di atas tangga, sebagian lagi mengikat umbul-umbul, memasang lampu kelap-kelip, mengecat bambu, dan merapikan gapura yang akan menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia.

Bagi orang yang hanya melintas, semua itu mungkin terlihat sebagai kesibukan biasa menjelang perayaan kemerdekaan. Padahal, di balik setiap bambu yang ditegakkan, setiap lampu yang dipasang, dan setiap tetes keringat yang jatuh ke tanah, tersimpan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar hiasan.

Yang sedang dibangun bukan hanya gapura.

Yang sedang dirawat adalah rasa memiliki terhadap kampung, kepedulian terhadap sesama, dan keyakinan bahwa Indonesia akan tetap kuat selama rakyatnya masih mau bekerja bersama.

Lampu-lampu kelap-kelip memang hanya akan menyala beberapa hari. Warna cat pada gapura suatu saat akan memudar. Umbul-umbul pun akan diturunkan setelah perayaan usai.

Namun semangat yang melahirkan semua itu tidak seharusnya ikut padam.

Kemerdekaan bukan hanya dikenang melalui upacara atau pesta rakyat. Kemerdekaan juga hadir ketika masyarakat rela meluangkan waktu setelah seharian bekerja, berkumpul tanpa memandang usia maupun latar belakang, lalu bersama-sama mempercantik lingkungan yang mereka cintai.

Di sanalah nilai kemerdekaan menemukan maknanya yang paling sederhana sekaligus paling nyata.

Indonesia tidak dibangun oleh orang-orang yang selalu menunggu perintah. Indonesia tumbuh karena masih ada warga yang merasa terpanggil untuk berbuat, meski tanpa sorotan, tanpa panggung, bahkan tanpa tepuk tangan.

Malam ini, di Dusun Kampung Duren, cahaya yang paling indah bukan berasal dari lampu-lampu yang menghiasi gapura.

Cahaya itu datang dari semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.

Dan selama cahaya itu tetap menyala, selalu ada alasan untuk percaya bahwa Indonesia akan terus berdiri sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.

Dirgahayu Ke-81 Republik Indonesia.

Merdeka bukan sekadar diwariskan oleh para pendahulu, tetapi terus dirawat oleh setiap generasi, dimulai dari kampung-kampung yang tak pernah lelah menjaga kebersamaan.

Tabik.

Posting Komentar

0 Komentar