Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Muktamar selalu dipahami sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi. Di sanalah berbagai keputusan penting dirumuskan, kepemimpinan dipilih, dan arah perjalanan jam'iyah ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Namun, Muktamar sesungguhnya tidak hanya dimaknai dari ruang sidang.
Di luar arena persidangan, Muktamar juga menghadirkan ruang silaturahmi yang mempertemukan warga Nahdliyin dari berbagai daerah. Ada yang datang sebagai peserta sesuai mandat organisasi. Ada yang hadir sebagai panitia, tamu, peninjau, relawan, maupun masyarakat yang ingin menyaksikan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.
Dari pemahaman itulah lahir istilah ROMLAH (Rombongan Lillah).
ROMLAH bukan kategori kepesertaan Muktamar. Bukan pula istilah organisasi yang memiliki kedudukan dalam tata tertib persidangan. ROMLAH hanyalah sebuah ikhtiar untuk memberi nama pada perjalanan yang diniatkan karena Allah semata; perjalanan yang bertujuan mempererat ukhuwah, menimba ilmu, menyaksikan sejarah, dan mengambil keberkahan dari berkumpulnya para ulama serta warga Nahdlatul Ulama.
Dalam tradisi NU, keberkahan tidak selalu lahir dari posisi. Tidak selalu pula ditentukan oleh jabatan. Ada kalanya keberkahan tumbuh dari langkah yang diniatkan dengan ikhlas, dari perjalanan yang ditempuh dengan adab, serta dari kesediaan menjadi bagian kecil dari denyut kehidupan jam'iyah.
Karena itu, ROMLAH tidak dibangun untuk mencari pengakuan sebagai peserta Muktamar. Sejak awal, perjalanan ini justru dimaksudkan sebagai pengingat bahwa mencintai Nahdlatul Ulama tidak selalu harus berada di ruang sidang. Terkadang, kecintaan itu diwujudkan dengan hadir, belajar, bersilaturahmi, mendengar, menyaksikan, lalu pulang membawa pelajaran untuk diamalkan di daerah masing-masing.
Semoga setiap langkah menjadi bagian dari khidmah, setiap perjumpaan menjadi wasilah ilmu, dan setiap perjalanan meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan generasi yang akan datang.
Tabik.
Oleh: Edi Sriyanto.

0 Komentar