Khidmah di Nahdlatul Ulama seringkali membawa kita pada situasi yang melampaui logika manajemen organisasi di atas kertas. Pelaksanaan PD-PKPNU Angkatan XXXI di Roudlotul Qur'an 4 Jati Agung dan Angkatan XXXII di SMK Kautsar Way Sulan yang berlangsung secara bersamaan pada 20-22 Juni 2025 menjadi catatan sejarah tentang bagaimana mesin kaderisasi di Lampung Selatan bergerak dalam frekuensi yang tinggi.
Jati Agung menjadi saksi awal perjuangan ini. Perjalanan dimulai dengan hambatan stok solar yang ludes di berbagai SPBU, hingga memaksa kami membeli eceran agar raga tetap sampai di lokasi.
Dalam kegelapan malam, bersama Kang Fauzi, rute Google Maps sempat membawa kami tersesat tepat di depan sebuah rumah duka. Takdir seolah menyingkap tabir: rumah itu milik orang tua salah satu peserta yang tetap memilih kembali ke ruang kelas usai melayat sejenak demi menuntaskan janji pengabdiannya.
Di lokasi, wajah-wajah lama tetap teguh dalam barisan. Ada Haris Budi Utomo yang tetap setia di depan laptop sosok yang sejak awal PKPNU tahun 2019 sudah mobat-mabit mengawal pataka organisasi. Sambil mendengarkan materi dari Hi. Nur Mahfudz, malam di Jati Agung terasa hidup meski jam menunjukkan pukul 01.00, berkat kehadiran Ust. Mustholih Natar dan dan beberapa kader lainnya.
Misteri takdir kembali hadir melalui sosok instruktur TNI yang melatih senam pagi. Beliau adalah figur yang konsisten hadir mengawal kedisiplinan sejak:
* Angkatan V di Pondok Pesantren Roudlotul 'Ulum, Kedaton 9, Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, asuhan Kiai Ali Mahmudi.
* Angkatan VII di Pondok Pesantren Darussalamah, Jati Agung, asuhan Kiai Nurcholis.
* Angkatan Edisi Khusus Muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jati Agung. Asuhan Kiai Azis Attarmasi.
* Angkatan XVIII di Universitas Islam An-Nur Lampung, Jati Agung, asuhan Dr. KH. Andi Warisno, M.MPd.
Pukul 09.00 pagi, langkah bergeser menuju SMK Kautsar, Desa Karang Pucung, Way Sulan. Sebagai wilayah yang memiliki "Segitiga Emas Kaderisasi", Way Sulan selalu menonjolkan kekuatan ruhaninya melalui:
* Angkatan IV di Pondok Pesantren Darul Mubarokah, Dusun Banusiri.
* Angkatan XII di SMK Nurul Huda, Desa Pamulihan.
* Angkatan XXVI di YPI Al-Ittihadiyah, Desa Mekar Sari, di bawah nakhoda Kiai Asep Abdul Basith dan Kiai Sukadi.
Rujukan utama saya di sini adalah bagian dapur, tempat di mana kedaulatan logistik dikawal oleh Bu Nyai Siti Mutamimmah. Di sela padatnya jadwal, momen rehat bersama Dr. Iwanudin dan Kang Julianto di tepi kolam dan lapangan olahraga menjadi oase penting untuk menjaga stamina para instruktur.
Pengetahuan mendalam tentang lokasi ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari proses cek lokasi yang dilakukan jauh hari sebelumnya bersama Mas Zaini Ghofur dan Haris Budi Utomo.
Upacara Bai'at pun berakhir dengan khidmat. Sebagaimana perjalanan ini memiliki riwayat panjang yang dimulai dari tahap pra-pelaksanaan melalui cek lokasi bersama Mas Zaini Ghofur, perjalanan pulang pun dituntaskan bersamanya. Ini adalah lingkaran kesetiaan yang tak terputus.
Kini, seluruh pengalaman dari Jati Agung dan Way Sulan menjadi bekal berharga untuk menyambut Angkatan XXXIX pada 22 Januari 2026 mendatang di MA GUPPI Sragi, Desa Bhakti Rasa, sebuah lembaga pendidikan yang berada dalam koordinasi dedikasi Mas Zaini Ghofur.
Mari kita bawa semangat "Sedekah Oksigen" dan "Prasasti Hidup" ini ke Sragi, membuktikan bahwa barisan penggerak tetap solid di bawah panji para ulama.
Siapa Kita...???!!!

0 Komentar